Mencairnya Laut Es Kutub Utara Meningkatkan Ancaman ‘Bom Waktu Metana’

Para Ilmuwan telah lama mempercayai bahwa pencairan lapisan permafrost di permukaan Kutub Utara dapat melepaskan metana dalam jumlah yang begitu besar, sebuah gas rumah kaca yang sangat potensial. Sekarang mereka semakin panik dengan metana yang mulai terlepas ke udara dari dasar laut Kutub Utara yang sedang mencair dengan cepat.

Selama 15 tahun terakhir, para ilmuwan dari Rusia dan negara lainnya telah meneliti sampai ke daerah yang berbatasan dengan es dan mempelajari Laut Es Kutub Utara di daerah Siberia serta mengamati suhu dan zat kimia yang ada di laut, termasuk konsentrasi metana, gas rumah kaca yang potensial. Kapal mereka berlayar di atas lempeng benua yang berbentuk es di Lautan Kutub Utara yang sedang mencair dengan cepat dan sebagai bagian dari Siberia utara yang sedang mengalami perubahan — bersama dengan daerah Kutub Utara di Amerika Utara dan Peninsula Kutub Selatan barat yang memanas paling cepat dibandingkan tempat lain di Bumi.

Sampai tahun 2003, konsentrasi metana di lautan arktik dan atmosfer di Siberia utara tetap dalam keadaan stabil. Tetapi kemudian konsentrasi metana tersebut mulai meningkat. Musim panas ini, para ilmuwan telah ikut berpartisipasi dalam Studi Lempeng Siberia Internasional selama 6 minggu dan menemukan sejumlah area yang mencakup ribuan kilometer persegi yang mengandung metana dalam jumlah besar —  sebuah gas dengan kemampuan mengikat panas 20 kali lipat lebih kuat daripada karbon dioksida – bunga mawar dari dasar laut yang pada mulanya dalam keadaan beku.

“Bongkahan metana ini kadang mengandung konsentrasi 100 kali lipat lebih tinggi daripada yang biasa ditemukan dalam gelembung-gelembung gas yang berbentuk seperti awan yang sedang bergerak naik melewati air,” kata Orjan Gustafsson dari Universitas Stockholm Jurusan Ilmu Pengetahuan Lingkungan Terapan dan ketua dari ekspedisi dalam sebuah wawancara. Tidak ada keraguan, katanya, metana yang berasal dari lapisan permafrost menunjukkan bahwa dasar laut sedang mencair dan melepaskan gas rumah kaca yang potensial ini.

Gustafsson berkata bahwa ia tidak membuat sebuah pernyataan bahwa terlepasnya metana ini “karena dipicu oleh pemanasan global.”

Rute dari Jacob Smirnitskyi, sebuah kapal peneliti Rusia yang berlayar melewati pantai Kutub Utara Rusia musim panas ini sebagai bagian dari Studi Lempeng Siberia Internasional. Para ilmuwan telah menemukan metana dengan konsentrasi yang jauh lebih tinggi di lautan selama 6 minggu pelayaran. Tanda yang berwarna ungu menunjukkan daerah dimana para ilmuwan mendapatkan sampel gas.

Tetapi bagan data yang terus berkembang menunjukkan bahwa banyak metana yang sedang terlepas ke udara dengan cepat dari Lautan Kutub Utara yang telah menarik perhatian dari banyak ilmuwan iklim. Mereka bertanya-tanya apakah pelepasan metana di dasar Laut Kutub utara yang jumlahnya sangat banyak dan telah terperangkap lama di lapisan permafrost yang sedang mencair ini hanyalah suatu permulaan saja?

Dalam beberapa tahun ini, para ilmuwan iklim telah dicemaskan dengan yang disebut “bom waktu metana”, yang dapat meledak ketika suhu Kutub Utara yang memanas mencairkan permafrost dan menyebabkan tanaman yang beku di daerah berlumpur serta daerah lainnya yang membusuk kelak akan melepaskan metana dan karbon dioksida. Sekarang datanglah rasa takut dimana metana dapat manjadi bom waktu bagian kedua, gas ini dapat meledak keluar dari lempeng benua Kutub Utara yang dangkal. Dasar Laut Kutub Utara mengandung lapisan vegetasi yang kaya yang telah membusuk sejak masa lampau ketika lempeng benua tidak berada di bawah air.

Jadi dengan sedikit data yang tersedia tentang Lautan Kutub Utara membuat tidak ada satu pun ilmuwan yang berani berkata dengan pasti,,..kapankah bom waktu metana di dalam lautan akan meledak. Tetapi para ilmuwan seperti Natalia Shakhova — seorang ilmuwan yang berasal dari Universitas Alaska di Fairbank dan seorang peserta di beberapa pelayaran ilmiah Lempeng Siberia — dicemaskan dengan lapisan permafrost yang sudah tidak stabil dan sedang melepaskan metana yang telah lama terperangkap dalam bentuk Kristal, yang dikenal dengan metana hidrat.

“Sekarang datanglah rasa takut terhadap metana yang dapat manjadi bom waktu bagian kedua, gas ini dapat meledak keluar dari lempeng benua Kutub Utara yang dangkal.”

Satu hal yang pasti: Lempeng Siberia sendiri menutupi lebih dari 1,5 juta kilometer persegi (580.000 mil persegi), sebuah daerah yang lebih luas daripada gabungan luas negara Prancis, Jerman, dan Spanyol. Seharusnya ketika lapisan permafrost mencair, metana sejumlah 12 kali lipat dari konsentrasi normalnya di atmosfer akan terlepaskan, menurut Shakhova. Pelepasan metana tersebut dapat menyebabkan “bencana pemanasan global,” katanya yang baru-baru ini menulis Abstraksi Penelitian Geofisika. Di antara banyak pertanyaan yang tidak terjawab adalah seberapa cepatkah? — selama berapa tahun? —  kapan? — metana akan terlepas.

Gustafsson berkata, “Pandangan umum adalah bahwa lapisan permafrost begitu luas, sebuah gudang metana yang sangat besar. Itu adalah pandangan yang perlu kita pikirkan dan bahas kembali.”

Apa yang menjadi perhatian beberapa ilmuwan adalah bukti dari zaman geologi dahulu kala dimana pelepasan metana tiba-tiba memicu siklus yang tidak terkendali dalam siklus iklim. Martin Kennedy, seorang ahli geologi dari Universitas Kalifornia di Riverside dan penulis sebuah karya ilmiah di Nature pada bulan Juni, berbicara mengenai masa akhir dunia yang semakin dekat, memperingatkan kita akan emisi metana yang sedang meningkat — dari darat dan laut — yang membuat iklim saat ini semakin tidak stabil. Studi mengenai inti es di Greenland dan Antartika telah menunjukkan bahwa iklim di Bumi dapat berubah tiba-tiba, seperti menekan sebuah tombol saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: